Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Daftar Situs MP3 Lokal Yang Terancam Diblokir Menkominfo

Ini dia kelanjutan masalah pemblokiran akses ke situs-situs MP3 yang menyediakan fasilitas download secara ilegal seperti yang kami tulis beberapa waktu lalu. Jika sebelumnya desakan tersebut datang dari beberapa orang artis saja, kini hampir semua asosiasi musik di Indonesia (termasuk Asirindo, Prisindo, PAMMI, RMI, PAPPRI, ASIRI, APMINDO, Gaperindo, WAMI, dan KCI) mendukung gerakan yang diusung oleh Heal Our Music (healourmusic.org) dan turut mendesak Menkominfo untuk segera mengambil tindakan. Menkominfo sendiri dikabarkan akan mengambil keputusan nanti setelah diadakan rapat pada tanggal 27 Juli mendatang.

Selain itu, mereka juga melampirkan daftar 20 situs MP3 lokal yang mereka anggap telah membantu penyebaran MP3 lagu Indonesia secara ilegal. Yaitu:
  • www.gudanglagu.com
  • www.gudanglagu.net
  • www.mp3sgratis.net
  • www.mp3lagu.com
  • www.warungmp3.com
  • www.pandumusica.info
  • www.musik-corner.com
  • www.mp3bos.com
  • www.mp34shared.com
  • www.musik-flazher.com
  • www.index-of-mp3.com
  • www.misshacker.com
  • www.trendmusik.com
  • www.abmp3.com
  • www.katalogmp3.info
  • www.mp3bear.com
  • www.mp3downloadlagu.com
  • www.freedownloadmp3.org
  • www.dewamp3.com
  • www.plasamusic.com
Daftar tersebut masih merupakan daftar awal dan ada kemungkinan akan berubah atau bertambah di kemudian hari.

Lemahnya Dokumentasi Musik Album Indonesia

Saat ini mendapatkan album-album musisi Indonesia lama bukanlah perkara mudah. Tidak terdokumentasinya master rekaman dengan baik oleh perusahaan rekaman salah satu alasannya. Lebih ironis lagi adalah, musisi/pencipta lagu yang nota bene membuat album tersebut pun tidak memiliki album yang pernah dihasilkannya. Tragis……. Kalaupun ada yang mendokumentasikanya tentunya hanyalah segelintir kolektor yang menyukai dan menikmati album tertentu yang dihasilkan oleh musisi Indonesia.

Kondisi ini berbeda dengan album musisi asing. Perusahaan rekaman asing, sangat menyadari album yang mereka terbitkan adalah harta karun yang dapat menghasilkan uang bagi mereka dan tentu royalti bagi musisi/penciptanya, sehingga mereka mendokumentasikannya dengan baik dan album yang pernah diterbitkan puluhan tahun lalupun, saat ini masih bisa didapat dengan mudah dalam format yang paling baru baik itu berupa CD remaster maupun DVD audio, padahal pada awal pembuatannya album yang dihasilkan masih dalam format sangat sederhana, yaitu format PH. Sebagai contoh, saat ini kita bisa dengan mudah mendapatkan album-album Robert Johnson, musisi blues kenamaan yang albumnya dibuat pertama kali di tahun 1930-an ataupun album awal Deep Purple, Yardbirds, Yes, King Crimson ataupun Jimi Hendrix yang terbit di tahun 1960an, tentunya dalam format terbaru sekalipun.

Mengoleksi album lama Indonesia bukanlah perkara mudah saat ini, karena sangat sulitnya mendapatkan kaset ataupun PH album tersebut, ambil contoh album-album Sugianto family (Iis Sugianto, Nani, Yayuk), Iis Sugiarti, Duo Gembrot (Jack John dan Tarida Gloria Rambe Mondowiduro alias Ida Teater Koma ), Twin Sister, Mona Sitompul, Yanthi Kosasih, Sandhy Harun, Ivo Nilakresna, Astri Ivo, Braga Stones, God Bless, The Rollies, Giant Step, Benny Soebardja, Kali Kausar, AKA, Leo Kristi, Gank Pegangsaan, Farid & Bani Adam Band, Harry Roesly, Superkid, Deddy Stanzah, Edy Karamoy, Barong, Jack Lesmana, Gombloh, Gembels, Benyamin, Bing Slamet, Nick Mamahit dan ratusan bahkan ribuan album lainnya. Saat ini sangat susah mendapatkan album tersebut, jangankan dalam format terbaru (CD remaster atau DVD Audio) dalam format awalnyapun (PH ataupun kaset) tidak ada. Kalaupun masih berkeinginan mendapatkannya, jalan satu-satunya adalah menelusuri lapak-lapak pedagang kaset loakan.

Nah kini timbul satu pertanyaan, untuk apakah album-album lama yang pernah terbit tersebut dibutuhkan ?
Sebuah album yang dibuat pada satu masa tertentu akan menggambarkan kedaan musik, dan bahkan bisa juga menggambarkan situasi sosial pada masanya. Sebuah album adalah catatan harian perkembangan musik.
Sebagai contoh adalah jika kita memutar album Giant Step, MK-1 ataupun album Guruh Gipsy yang beredar tahun 1970an. Dengan memutar album tersebut, kita akan tahu bahwa pada masa itu progressive rock sudah dirasakan denyutnya dalam peta musik tanah air. Dan hal tersebut, sekaligus menggambarkan pengaruh musik progressive rock dunia yang diusung oleh Yes, King Crimson ataupun Genesis terhadap perkembangan musik Indonesia pada masa itu.

Oleh karena itu, kini sudah saatnya perusahaan rekaman nasional yang ada memikirkan kembali cara-cara terbaik mendokumentasikan album yang telah diterbitkannya, dan tentunya musisi/pencipta yang telah membuat album juga turut mendokumentasikannya dengan baik, setidaknya merekapun memiliki album yang mereka buat, sehingga pekerjaan membuat album yang memerlukan energi, tenaga, waktu dan biaya yang tidak sedikit tidak sia-sia dan masih bisa dinikmati oleh generasi sesudahnya. Bravo musik Indonesia.

Nicky Astria, Rocker Wanita Tersukses

Rocker wanita tersukses, itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan sosok Nicky Astria. Memulai karir musikal dari ajang festival kemudian melegenda menjadi sosok penyanyi wanita berkarakter melalui tarikan suara tingginya yang mampu menjangkau nada-nada tinggi. Harus diakui bahwa kesuksesn Nicky Astria tak lepas dari tangan dingin Ian Antono yang mengorbitkannya melalui album kedua, Jarum Neraka. Sebelum album itu, album perdana Semua dari Cinta digarap oleh Jelly Tobing, namun sayang album perdana belum mampu melesatkan nama Nicky Astria di kancah musik tanah air.

Kolaborasi Nicky Astria sebagai penyanyi dan Ian Antono sebagai arranger telah menjadi trade mark yang membentuk ciri khas sosok sang rocker wanita itu. Adapun kolaborasi dahsyat mereka bisa disimak dalam album tetralogi album Jarum Neraka, Tangan-tangan Setan, Gersang, Rumah Kaca. Ada 2 alasan kenapa album-album itu dahsyat:
  1. Sisi Tema. Album yang mengusung masalah sosial yang tergolong besar dan kerap terjadi tiap jaman. Album-album ini seolah ingin mengingatkan fenomena yang terus terjadi untuk dihindari. Adapun fenomena tersebut adalah Narkoba (album Jarum Neraka), Genk (Tangan-tangan Setan, melalui graffity biasanya kelompok tertentu/Genk mengekspresikan eksistensinya), Kehancuran Lingkungan (Gersang), Pemanasan Global (Rumah Kaca).
  2. Sisi Aransemen. Kepiawaian Ian Antono dalam menggarap musik mampu mendorong optimalisasi vokal Nicky Astria tetap keras, tinggi dan konsisten.
Namun demikian, Nicky Astria bukanlah sosok yang fanatik dengan satu arranger saja, di luar itu sejumlah arranger papan atas telah menjadi bagian penting bagi perjalanan musiknya. Sebut saja misalnya Yongki Suwarno, Jockie Soeryoprayogo ataupun Sawung Jabo.

Di dalam dunia apapun tidak ada yang abadi, termasuk popularitas. Hal ini berlaku juga untuk Nicky Astria. Perubahan trend musik serta bermunculannya talenta baru di kancah musik Indonesia telah menyurutkan popularitas Nicky Astria di dunia tarik suara. Kesuksesan yang terbangun di periode pertengahan tahun 1980an mencapai puncaknya di tahun 1995 melalui album Negeri Khayalan yang mencuatkan lagu Mengapa. Sesudah itu, perlahan-lahan album yang dihasilkan kurang mendapat response positif dari sisi komersial walaupun secara rutin masih saja menyapa penggemarnya melalui album Jangan Ada Angkara, Suka Kau, Samar Bayangan ditutup album Kemana tahun 2003. Setelah itu praktis tak ada lagi album yang dihasilkan sang rocker wanita itu. Namun demikian, sejarah mencatat bahwa Nicky Astria adalah rocker wanita tersukses di negeri ini jika dilihat dari jumlah album yang dihasilkan serta sisi komersial dalam jumlah album kaset/cd yang terjual. (torro).

Diskografi
Solo Album
  1. Semua dari Cinta (AMK Record, 1984)
  2. Jarum Neraka (Billboard Record, 1985)
  3. Tangan-tangan Setan (Aquarius Indonesia,1986)
  4. Gersang (Aquarius Indoensia,1987)
  5. Semua dari Cinta (Release Ulang Billboard Record, 1988)
  6. Jarum Neraka 1989 (Aquarius, 1989)
  7. Gelombang Kehidupan (Atlantic Record,1990)
  8. Matahari & Rembulan (Bursa Musik,1991)
  9. Rumah Kaca (Metrotama,1992)
  10. Gairah Jiwa (Harpa,1993)
  11. Mengapa/Negeri Khayalan (HP/Blackboard,1995)
  12. Suka (HP/Blackboard,1996)
  13. Jangan Ada Angkara (Musica,1999)
  14. Satu Jam Bersama (HP, 2000)
  15. Samar Bayangan (HP Record,2000)
  16. Kemana (Logiss,2003)
Non Album Solo
  1. Kuajak Kau Kembali, Bintang Tamu di Suara Persaudaraan (1985)
  2. Caplang, Bintang Tamu album solo Dodo Zakaria "Malissa' (1986)
  3. Pijar, Festival Lagu Populer 1987 (1987)
  4. Katakan Kita Rasakan (1988)
  5. Bias Sinar (1990)
  6. Cinta di Kota Tua (1990)
  7. Satu dalam Harapan (1994)
  8. Bunga Kehidupan (1994)
  9. Jangan Ada Luka (Bintang Tamu album solo Achmad Albar, 1996)
  10. Uang (Re-arrangement, termasuk Misteri Cinta, Panggung Sandiwara (Kompilasi, 1990) 1999)
  11. Revolvere Cinta (Bintang Tamu, Kantata "Revolvere", 1999, Musica)
  12. Khayalku (Bintang Tamu album Chrisye, Badai pasti Berlalu Millenium 1999)
  13. Kuingin (Bintang Tamu Rockestra, Erwin Gutawa, 2007)